Jumat, 31 Januari 2014


Jakarta - Puluhan orang yang menamakan dirinya Kebangkitan Indonesia Baru (KIB) mendaulat Jokowi sebagai capres. PDIP sebagai partai yang menaungi Gubernur DKI itu pun bereaksi.

"Setiap komponen masyarakat mempunyai pendapat dan disampaikan dalam bentuk bersama-sama termasuk sah-sah saja dan dilindungi Undang-undang," kata Wasekjen PDIP Eriko Sotarduga saat dihubungi, Senin (17/2/2014).

Eriko mengatakan partainya mengapresiasi segala bentuk dukungan untuk Jokowi, yang notabene kader PDIP. Segala bentuk dukungan itu akan dijadikan masukan. PDIP saat ini memang sedang menampung masukan dari seluruh masyarakat.

"Bukan hanya di perkotaan, tapi sampai ke desa-desa. Dari Rote sampai Mianggas, dari Sabang sampai Merauke agar lebih baik dan terwkili pendapat dan suara rakyat Indonesia," papar anggota Komisi V DPR ini.

Meski demikian, menurut Eriko dukungan-dukungan untuk Jokowi terlalu dini. Seharusnya, dia menambahkan, dukungan itu diberikan setelah hasil Pileg 2014 diketahui.

"Aturan perundang-undangan menyatakan yang dapat memajukan capres dan cawapres hanya melalui partai politk yang mempunyai kursi 20% di DPR atau 25% suara masyarakat dalam Pemilu Legislatif yang akan datang di tanggal 9April 2014. Kalau melihat ini memang nanti sebaiknya setelah Pemilu Legislatif," paparnya.

Puluhan orang berbaju putih dengan gambar foto Joko Widodo berkumpul di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (16/2) kemarin. Mereka menyerahkan petisi dukungan pencapresan pria yang akrab disapa Jokowi itu.

"Kami dari 26 provinsi atas biaya sendiri untuk mendukung Pak Jokowi menjadi presiden di tahun 2014. Kita mendeklarasikan dukungan di Bundaran HI dan long march ke sini untuk menyerahkan petisi dukungan," kata Ketua Umum Kebangkitan Indonesia Baru (KIB) Reinhardt yang memimpin aksi ini di depan rumah dinas Jokowi, Jl Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar