Sabtu, 08 September 2012

Tips Cara Menghemat BBM


Dari tahun ke tahun populasi kendaraan terus meningkat yang mengakibatkan lalu-lintas semakin padat. Dampaknya, jalanan macet tersebut berujung pada pemborosan bahan bakar. Bagi kita, tentu keadaan ini semakin membuat dompet lebih terkuras. Kondisi ini diperparah dengan melambungnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang membuat kita harus menaikan anggaran belanja BBM.
Dengan keadaan seperti itu, tentunya kita membutuhkan kiat-kiat agar pengeluaran untuk pembelian BBM benar-benar efektif dan efisien. Untuk itu kami mencoba memaparkan tips untuk menghemat BBM pada mobil kita. Namun sebelum itu, pastikan kondisi kendaraan Anda benar-benar prima. Artinya mobil Anda tersebut selalu diperiksa secara berkala baik mesin maupun komponen lainnya serta melakukan penggantian komponen sesuai petunjuk buku manual.
  1. Periksa Tekanan Angin Ban. Kondisi tekanan angin ban depan dan belakang harus sesuai dengan yang disyaratkan pabrikan. Informasi tekanan angin ini biasanya dapat ditemui di bagian pintu depan. Bila tekanan angin kurang dari standar, maka kendaraan akan terhambat dan tentunya akan memaksa mesin lebih bekerja lebih berat. Hal ini tentu saja berdampak pada konsumsi bahan bakar yang lebih boros.
  2. Lakukan Pengemudian Defensif. Saat mengemudi, hindari cara-cara agresif seperti menginjak pedal gas secara tiba-tiba, mengebut, atau mengerem mendadak. Tipikal agresif akan memboroskan BBM karena kinerja mesin tidak konstan. Mengemudilah secara wajar dengan menginjak pedal gas secara perlahan dan tidak berlari kencang di jalanan. Bila mobil Anda bertransmisi otomatis, masukan ke posisi D dan biarkan mobil melaju tanpa pedal gas diinjak.
  3. Kurangi Hembusan AC. Saat mobil berada dalam kecepatan rendah dibawah 60 km/jam, laju mobil akan terhambat karena tenaga mesin juga terbebani untuk menjalankan peranti penyejuk udara. Untuk itu, kurangi kekuatan hembusan AC agar tidak terlalu membebani kinerja mesin.
  4. Gunakan Ban dan Velg Bergaya Gesek Rendah. Hinda pemakaian velg besar yang berat dan ban bertelapak lebar diluar batas toleransi. Pilihlan velg ringan dan ban yang memiliki gaya gesek rendah untuk memperkecil gaya hambatan dari roda. Semakin kecil gaya hambatan maka semakin besar penghematan yang dilakukan.
  5. Perpindahan Transmisi Harus Tepat. Untuk mobil bertransmisi manual, lakukan perpindahan gigi ketika mesin mencapai torsi maksimum yang bisa dilihat dari spesifikasi mesin di buku manual atau brosur. Misalnya Suzuki Karimun memiliki torsi maksimum di putaran 3.500 rpm, maka perpindahannya gigi sebaiknya dilakukan di sekitaran putaran tersebut. Dengan perpindahan gigi yang tepat, Anda akan menghemat konsumsi bahan bakar sebanyak 5% - 10%. Sementara untuk mobil bertransmisi otomatis, pijaklah pedal gas sehalus mungkin dan jika berhenti di lampu merah atau tengah berada di kemacetan, pindahkan ke posisi N.
  6. Uji Emisi Karbon Mesin. Ketika melakukan service berkala, mintalah kepada mekanik untuk mengecek kembali kadar emisi Hidro Carbon (HC) dan Carbon Monoksida (CO). Bila tercatat kadar HC tinggi, hal itu menunjukan jumlah kabut BBM yang tidak terbakar akibat pengapian yang bermasalah. Sedangkan bila kadar CO tinggi merupakan indikasi dari masalah pada sistem penyaluran BBM yang meliputi pompa bensin, fuel regulator, hingga selang BBM.
  7. Pilih Aksesori yang Tepat. Jangan sembarangan memasang aksesori pada mobil Anda. Hindari pemasangan bumper guard (tanduk), penyangga roof rail, atau aksesori lainnya yang menambah bobot kendaraan sehingga bahan bakar menjadi lebih boros. Namun aksesori seperti kaca film berkualitas akan sangat berguna dalam menolak panas lebih baik, sehingga AC dapat bekerja lebih ringan.
  8. Kondisi Kaki-kaki dan Kemudi Harus Bekerja Sempurna. Tenaga yang dikeluarkan mesin tidak akan tersalurkan dengan sempurna ke roda bila bearing atau laher, tie rod, serta ball joint bermasalah. Kerusakan pada salah satu komponen tersebut dapat merembet ke power steering. Sehingga akan membutuhkan tenaga ekstra dari mesin untuk menggerakan power steering. Jangan lupa periksa pula kondisi pelumas power steering agar bekerja dengan baik.
  9. Tentukan Rute Terlancar. Ada baiknya sebelum berangkat, Anda memilih rute yang kondisi lalu lintasnya tidak terlalu padat. Lebih baik rutenya sedikit melingkar namun jalanannya lancar daripada memilih jalur terdekat tapi kondisinya macet sangat parah.
  10. Matikan Mesin dan AC Bila Tidak Diperlukan. Contohnya bila Anda melewati jalan pegunungan, lebih baik matikan AC dan buka jendela. Selain Anda akan menghemat BBM, udara sejuk pegunungan akan membuat Anda lebih segar dan sehat. Kemudian matikan mesin bila Anda diharuskan menunggu didalam mobil lebih dari 10 menit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar