Toyota Corona RT104 1978 : Original Inside, Custom Retro Outside
Jakarta, BosMobil.com - Jika kita sudah bicara selera, maka tak akan ada satu orang pun yang berhak melarang. Karena selera itu merupakan hak setiap orang, dan setiap orang pasti memiliki selera yang berbeda-beda. Termasuk dalam memilih mobil atau gaya tampilan mobil. Contohnya seperti yang dilakoni Fajar Ilham berikut ini.
Pemuda 22 tahun yang tinggal di seputaran Jatirahayu, Bekasi ini lebih memilih Toyota Corona RT104 lansiran 1978 dengan gaya tampilan perpaduan antara original taste dan custom retro. Namun sebelum berlanjut, ada baiknya kita telusuri dulu bagaimana sebenarnya riwayat hidup Toyota Corona RT104 berkelir hijau ini.

Sebelum dibeli oleh Fajar sekitar sebulan yang lalu dari daerah Bogor, Jawa Barat, Toyota Corona RT104 ini sebelumnya sempat ‘tidur’ selama kurang lebih 3 tahun. Namun lantaran tersimpan di dalam garasi, maka kondisi fisiknya terbilang cukup terjaga dengan baik.

“Waktu pertama gw beli Corona ini, eksteriornya banyak jamurnya mas. Ada juga beberapa bagian cat bodinya yang udah kusam. Tapi ini cat asli bawaan mobil lho...! Ya udah, akhirnya gw poles aja biar hilang jamurnya dan cat aslinya makin kinclong,” tutur Fajar.


Nuansa originalitas semakin terasa jika kita melongok ke dalam kabinnya, dimana dashboard, panel odometer, tuas perseneling, setir kemudi, dan doortrim masih tampak mulus dan segar bak mobil baru. Namun sayangnya, ada sedikit sobekan pada pelapis jok depan.

Walaupun terasa risih di mata, namun sobekan itu mengisyaratkan bahwa pelapis jok tersebut masih original bawaan pabrik. “Untuk interior memang seperti ini dari pertama gw beli. Masih 90% original, tapi ada sedikit cacat di jok depannya aja. Tapi joknya masih original kok mas,” ungkap pria yang tergabung juga di sebuah komunitas pecinta Toyota Corona klasik di Indonesia ini.

Tak jauh berbeda dengan apa yang tertanam di ruang mesinnya. Mesin asli Toyota Corona RT104 yang berkapasitas 2.000 cc ini tampak masih segar dan original, kecuali filter karburator. Akan tetapi, ketika pertama kali dibeli sempat bermasalah. “Yang paling terasa waktu itu gasnya nyangkut, settingan-nya juga pincang, karburatornya tampak kusam gak karuan, dan ada bocor oli sedikit di blok mesinnya. Akhirnya setelah gw bawa ke bengkel, ganti oli dan tune-up, mesinnya sekarang udah lebih baik,” sebutnya.

Sedangkan untuk kaki-kaki, setiap bagiannya masih berkondisi baik dan original, kecuali velg dan bannya. Sejak pertama dibeli, Toyota Corona RT104 yang tercatat sebagai tangan pertama ini emang sudah mengadopsi velg Enkei Compe berdimeter 13 inci. Namun sayangnya kurang matching dengan bannya. Akhirnya Fajar mengganti bannya dengan yang berprofil lebih tipis dan lebar, dengan ukuran 175x60.

Sementara per aslinya yang berkondisi masih baik original, tetap dipertahankan. Hanya saja Fajar memotongnya beberapa ulir demi mendapatkan tampilan ceper ala custom retro car, namun masih terasa nyaman untuk dikemudikan sehari-hari.

“Pertama gw beli, ketinggan kaki-kaki Corona ini aneh. Depannya tinggi, tapi belakangnya rendah banget. Akhirnya gw bawa ke bengkel per. Buat setting per ini gw sampe bolak-balik bengkel per sampai 4 kali lho mas. Tapi sekarang gw puas, ketinggiannya udah sesuai kemauan gw. Gak terlalu ceper, tapi tetep nyaman buat harian,” tutup Fajar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar